Jumat, 21 Januari 2011

Amerika Dapat Runtuh Sewaktu-waktu!!!


Pada Januari 2006 kami telah menyelesaikan naskah tulisan kami, di mana di antaranya kami menyebutkan bahwa Amerika akan runtuh dengan mengikuti pola keruntuhan Uni Soviet. Secara spesifik, kami menyebutkan terdapat lima faktor utama yang akan menyebabkan keruntuhannya itu:

(1) Perang Irak II dan Afganistan (yang akan menambah dalam utang pemerintah Amerika);

(2) Kenaikan harga minyak yang semakin mencekik leher sejak dimulainya perang Irak II (yang akan menambah utangnya, karena harus menambah biaya impor dan subsidi harga minyak di dalam negeri, sementara Amerika adalah pengimpor minyak bumi terbesar di dunia);

(3) Bencana alam dahsyat yang menimpa negara-negara bagian yang membutuhkan bantuan pemerintah pusat (federal) yang sebenarnya telah bangkrut;

(4) Perubahan demografi masyarakat Amerika yang dapat menyebabkan perubahan secara alamiah dalam pola jual beli di bursa saham;

(5) Repatriasi (penarikan) modal asing pada bisnis-bisnis ribawiyah-spekulatif.

Hingga 2008, faktor 1, 2 dan 3 telah bekerja dengan kekuatan yang bervariasi. Fakor 1 telah bekerja hampir dengan kekuatan penuh. Faktor 2 telah bekerja dengan kekuatan penuh (harga minyak mentah melambung mendekati $150/barrel). Faktor 3 juga telah bekerja, diwakili oleh bencana alam angin topan yang meluluhlantakkan kota New Orleans tanpa pemerintah federal dapat berbuat apa-apa. Sedangkan faktor 4 dan faktor 5 belum memberikan kontribusinya secara signifikan.

Lalu terjadi krisis pada industri perumahan di Amerika dengan runtuhnya Lehman Brothers yang merambat menjadi krisis global. Orang-orang dan institusi-institusi di seluruh dunia yang menanamkan modalnya pada industri perumahan di Amerika mengalami kerugian besar. Sejak saat itu orang tidak lagi percaya begitu saja dengan sistem bisnis yang dijalankan oleh institusi-institusi bisnis Amerika, sebagaimana orang-orang juga mulai meghindari surat-surat berharga yang dikeluarkan pemerintah Amerika karena pengelolaan keuangannya yang “gila-gilaan.” Secara khusus, orang-orang di Cina sekarang berani mengatakan, “Dengan apa yang telah menimpa Amerika, mereka tidak lagi pantas untuk mengajari kami tentang apa yang harus kami lakukan.” Di bagian dunia lainnya orang-orang mengatakan, “Kapitalisme telah mati.”

Belakangan, situasi keuangan pemerintah kota-kota dan negara-negara bagian di seluruh Amerika yang sangat parah semakin menghancurkan kepercayaan investor di seluruh dunia terhadap kinerja ekonomi makro Amerika. Maka sejak saat itu faktor 5 mulai bekerja dengan sangat kencang.

Kita evaluasi sekali lagi:

Faktor 1: Perang Irak dan Afganistan

Faktor ini telah bekerja dengan kekuatan penuh, dengan indikator tidak semua permintaan Pentagon dapat dipenuhi oleh pemerintahan Obama; penambahan pasukan untuk Perang Afganistan hanya dapat dilakukan secara minimal, serta terjadinya pembatalan kontrak-kontrak pemesanan peralatan perang baru, baik karena alasan politik maupun keterbatasan finansial.

Faktor 2: Harga minyak

Ketika terjadi krisis global, harga minyak meluncur turun dari puncaknya menjelang $150/barrel menjadi sekitar $50-an per barrel. Saat ini, perhatikanlah, harga minyak kembali merangkak mendekati $100/barrel. Sementara itu negara produsen minyak yang galak seperti Venezuela, Iran, dan Lybia secara terang-terang telah menyatakan ingin membawa harga ke posisi $100/barrel. Jika telah mencapai harga tersebut, niscaya kita akan kembali menyaksikan spekulasi yang akan membawa harga ke posisi menjelang krisis global 2008 seiring dengan pelemahan nilai dolar Amerika. Dengan demikian faktor 3 tengah berlari kencang menuju kekuatan penuhnya untuk memberikan kontribusi pada keruntuhan Amerika.

Faktor 3: Bencana-bencana alam

Kita telah menyaksikan bencana alam dahsyat akibat Topan Katrina di kota New Orleans, demikian juga bencana-bencana alam lainnya. Akan tetapi itu tidak dapat dibandingkan dengan bencana dahsyat yang kedatangannya telah diprediksi pemerintah Amerika.

Situs American Dream 7 Januari 2011 memuat artikel berjudul “Is The New Madrid Fault Earthquake Zone Coming To Life?” (Apakah Zona Gempa Bumi New Madrid Hidup Kembali?)

“Apa sebenarnya yang sedang terjadi di Amerika saat ini? Ribuan burung-burung berjatuhan dari langit dalam keadaan mati, puluhan ribu ikan mati terdampar, gempa bumi muncul di berbagai tempat, dan orang-orang mulai benar-benar cemas mengenai semua ini. Salah satu teorinya adalah zona seismik New Madrid telah hidup kembali. Zona ini enam kali lebih besar dari zona seismik San Andreas di California, dan meliputi bagian-bagian dari negara-negara bagian Illinois, Indiana, Missouri, Arkansas, Kentucky, Tennessee dan Mississippi. Sejarah gempa bumi di Amerika Serikat disebabkan oleh zona seismik New Madrid ini. Kini ada kekhawatiran bahwa zona seismik New Madrid telah hidup kembali, dan jika ‘gempa bumi pembunuh ini’ benar-benar terjadi ia dapat mengubah kehidupan kita selama-lamanya.

Jadi apa yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini di wilayah tersebut?

* Menurut US Geological Survey, lebih dari 500 gempa bumi yang terukur telah tercatat di pusat Arkansas hanya sejak September 2010.

* Sebuah gempa bumi berkekuatan 3,8 skala Richter yang mengguncang Indiana pada 30 Desember 2010 lalu disebut ‘tak ada sejarah kejadiannya.’ Gempa itu cukup besar yang menyebabkan retakan pada tanah dan dirasakan di sebagian Ohio, Illinois, Wisconsin dan Kentucky.

* Lebih dari 3000 burung bersayap merah jatuh dari langit dalam keadaan mati di kota Beebe di Arkansas pada tahun baru 2011.

* Sejumlah besar burung mati juga ditemukan di Kentucky persis di sekitar Natal.

* Kira-kira 500 burung hitam mati baru-baru ini juga ditemukan di Pointe Coupee Parish, Lousiana.

* Kira-kira 100.000 ikan ditemukan mati di tepian Sungai Arkansas hanya minggu lalu.

Jadi apakah semua ini mempunyai penjelasan yang sederhana? Mungkin

Akan tetapi kenyataan bahwa semuanya terjadi di atau sekitar zona seismik New Madrid mulai mengernyitkan dahi orang.

Kira-kira 200 tahun yang lalu, pada 1811 dan 1812, terjadi empat gempa bumi yang sedemikian kuat di wilayah zona seismik New Madrid yang masih saja dibicarakan orang hingga hari ini. Keempat gempa bumi itu diperkirakan mempunyai kekuatan 7,0 skala Richter atau lebih. Dikisahkan bahwa gempa-gempa bumi itu membuka patahan yang dalam di dalam tanah, yang menyebabkan aliran Sungai Mississippi berbalik arah ke hulu dan gempa itu terasa hingga Boston.

Gempa bumi terakhir yang menghantam wilayah itu berkekuatan 5,4 yang mengguncang kota Dale, Illinois pada 1968. Anehnya setelah itu wilayah ini nampak tenang hingga akhir-akhir ini.

Jika ‘gempa pembunuh’ benar menghantam sepanjang zona seismik New Madrid pada hari ini, kota-kota seperti St. Louis, Missouri dan Memphis, Tennesse dapat sepenuhnya hancur…

Inilah yang dikhawatirkan banyak ahli seismologi…Satu teori yang menarik adalah bahwa ‘gunung api minyak’ yang mengalir akibat kebocoran pengeboran minyak BP pada 2010 mungkin telah memicu aktivitas seismik baru pada wilayah itu.

Jack M. Reed, seorang pensiunan ahli geologi-geofisika Texaco, telah secara cermat mempelajari geologi dari Teluk Mexico selama lebih dari 40 tahun. Reed yakin bahwa Teluk Mexico saat ini telah aktif secara tektonik, dan bahwa Teluk Mexico adalah sumber dari kebanyakan aktivitas seismik di sepanjang New Madrid.

Menurut Reed, terdapat bukti-bukti yang kuat bahwa zona seismik New Madrid terhubung langsung ke ‘lempengan tektonik yang terbenam sangat dalam’di Teluk Mexico…

Jadi apakah BP mengganggu lempengan tektonik tersebut dengan mengebor sumur minyal yang sedemikian dalam dan mengalirkan semua minyak itu ke Teluk Mexico?

Mudah-mudahan tidak.

Jika gempa bumi yang bersejarah itu benar-benar menghantam zona seismik New Madrid, maka tak terbayangkan kerusakan yang terjadi di sekitar negara-negara bagian Illinois, Kentucky, Mississippi, Indiana, Alabama, Missouri, Arkansas dan Tennessee…”

Faktor 4: Perubahan demografi, generasi Baby Boomers memasuki masa pensiun

Generasi Baby Boomer adalah generasi yang paling terkenal di Amerika, sebagai generasi yang paling memberikan kontribusi pada peningkatan kekayaan masyarakat Amerika, didefinisikan sebagai setiap bayi yang lahir antara 1 Januari 1946 dan 31 Desember 1964. Mulai 1 Januari 2011 dan seterusnya, setiap hari akan terdapat lebih dari 10.000 orang dari generasi Baby Boomers ini yang memasuki masa pensiun kerena telah berusia 65 tahun.

Sementara itu diketahui bahwa generasi Baby Boomer ini pada umumnya mempersiapkan pensiunnya dengan menanam uangnya di bursa saham. Ketika memasuki masa pensiun, mereka akan menarik uangnya dari bursa saham dan menyimpan di bank agar lebih mudah mereka tarik sewaktu-waktu ketika mereka membutuhkan dana. Maka mulai tahun 2011 bursa saham akan mendapat tekanan lebih keras untuk merosot, dan tekanan itu semakin kuat dari waktu ke waktu.

Faktor 5: Situasi ekonomi-keuangan Amerika yang semakin menakutkan, yang membuat investor asing mulai menarik investasinya dari tanah Amerika.

Faktor ini dengan sangat jelas digambarkan pada “jam utang” pemerintah Amerika, di mana ketika kami sedang menulis artikel ini, jam menunjukkan angka : USD 14,108 trilyun. Tidak ada presedennya di dunia modern ini sebuah negara memiliki utang yang sedemikian membahana! Lebih celaka lagi, situasi keuangan di negara-negara bagian, kota-kota, dan institusi-institusi publik di seantero Amerika sama parahnya; semuanya terlilit utang dengan sangat kronis! Jika digambarkan sebagai sebuah bangunan, maka akan terlihat bahwa atapnya yang masih nampak elok dari kejauhan, sebenarnya ditopang oleh dinding-dinding dan tiang-tiang yang mulai miring. Satu demi satu batu-batu penyangganya mulai terlepas. Orang yang waras tentu akan menjauh dari bangunan ini.

Situasi Amerika pada hari ini sangat layak diwakili oleh gambar berikut ini.




Besarnya utang itu bukan cuma menakutkan bagi investor asing, orang-orang Amerika pun juga sama takutnya. Tahukah anda bahwa Kongres Amerika periode sebelumnya telah menetapkan batas utang pemerintah Amerika kira-kira $14,3 trilyun? Batas utang itu diperkirakan akan tercapai pada antara akhir Maret hingga Mei 2011.Di waktu-waktu yang lalu, jika utang pemerintah telah mendekati batas tersebut, Kongres secara otomatis akan menaikkan batas tersebut. Kini anggota Kongres telah berganti, dari sebelumnya dikuasai Partai Demoktrat kini dikuasai Partai Republik. Anggota-anggota Partai Republik garis keras telah bertekad tidak akan menaikkan batas utang pemerintah; mereka ingin agar pemerintah Amerika melaksanakan anggaran berimbang, berapa uang yang ada, ya itu saja yang digunakan!

Keruan saja sikap yang ugal-ugalan itu mengundang kecaman dari banyak ekonom Amerika. Bahkan pada 6 Januari 2011 Menteri Keuangan Timothy Geitherner menulis surat kepada Kongres Amerika,

“Saya menulis surat ini untuk merespon permintaan anda yang menanyakan perkiraan Departemen Keuangan mengenai kapan batas utang akan tercapai, serta penjelasan dari konsekuensi default oleh Amerika Serikat.

Tidak pernah di dalam sejarahnya Kongres gagal untuk menaikkan batas utang ketika dibutuhkan. Kegagalan untuk menaikkan batas utang akan berakibat pada default ole hAmerika Serikat. Default secara efektif akan menimpakan pajak yang besar dan sangat lama kepada seluruh rakyat Amerika dan segenap dunia bisnisnya, dan akan menyebabkan jutaan orang Amerika kehilangan pekerjaannya. Bahkan default yang terbatas dan berjangka pendek pun mempunyai konsekuensi ekonomis yang sangat menghancurkan, yang akan berlangsung selama beberapa puluh tahun. Kegagalan untuk meningkatkan batas utang tersebut akan sangat tidak bertanggung jawab. Untuk alasan-alasan ini, saya meminta kepada Kongres untuk bertindak menaikkan batas tersebut pada awal tahun ini, jauh sebelum ancaman default menjadi semakin dekat….”

Barangkali karena sangat frustrasi dengan pemerintahnya yang lebih membela kepentingan para lintah darat ketimbang rakyat kebanyakan, dalam sebuah jajak pendapat, 71% rakyat Amerika mendukung agar batas utang itu tidak dinaikkan! Sakan-akan mereka ingin mengatakan, “biar sama-sama ancur aja sekalian…”

Jadi, bagaimana investor domestik dan asing tidak ciut hatinya melihat situasi Amerika?

Berdasarkan pada kenyataan di atas, cukup logis jika kami katakan bahwa keruntuhan Amerika dapat terjadi sewaktu-waktu. Pernyataan kami ini selaras dengan pandangan Chris Hedges, seorang wartawan terkemuka Amerika pemenang hadiah Pulitzer. Situs Raw Story memuat wawancaranya tertanggal 17 Desember 2010 berjudul Exclusive: US Empire Could Collapse At Any Time, Pulitzer Winner Tells Raw Story” (Eksklusif: Imperium Amerika Serikat Dapat Runtuh Sewaktu-waktu, Pemenang Hadiah Pulitzer Menceritakan kepada Situs “Raw Story”),

Imperium militer dan ekonomi Amerika dapat runtuh sewaktu-waktu, tetapi memprediksi persis hari, minggu atau bulan dari kemungkinan keruntuhannya tidaklah mungkin, demikian menurut seorang mantan koresponden perang harian New York Times yang berbicara kepada Raw Story.

‘Kapan dan bagaimananya adalah sangat berbahaya untuk diprediksi karena selalu ada beberapa faktor yang tidak dapat anda prediksi,’ jurnalis pemenang hadiah Pultizer Chris Hedges mengatakan dalam sebuah wawancara eksklusif. ‘Gambarannya tidak bagus. Tetapi bagaimana dan kapan tepatnya kejadiannya, setelah meliput masyarakat-masyarakat yang terpecah-belah, maka tidaklah mungkin bagi saya untuk mengatakannya.’

Ia menjelaskan bahwa ia mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian yang terpapar di sekitar dirinya pada musim gugur 1989. Ketika itu anggota-anggota kelompok penentang Imperium Soviet mengatakan kepadanya bahwa mereka memprediksi perjalanan melintasi Tembok Berlin yang memisahkan antara Jerman Timur dan Jerman Barat akan terbuka dalam setahun.

‘Hanya dalam beberapa jam tembok itu sudah tidak ada lagi,’ katanya.

Hedges adalah satu dari sekitar 135 aktivis yang berpartisipasi dalam aksi pembangkangan sipil yang berujung pada penahanannya di luar Gedung Putih kemarin, bahkan ketika Obama tengah menyampaikan laporan terbarunya tentang kemajuan perang di Afganistan.

Berbicara kepada Raw Story pada Rabu malam, ia mengatakan bahwa tanda-tanda keruntuhan Amerika terlihat sangat jelas, dan membandingkan arah yang ditempuh negeri ini di Afganistan dibandingkan dengan Soviet Rusia.

‘Kita mengalami kekalahan [dalam perang di Afganistan] dengan cara yang sama seperti kekalahan yang dialami Tentara Merah,’ katanya. ‘Ini adalah konfigurasi yang persis sama di mana kita mengendalikan pusat-pusat kota tempat 20 persen dari penduduknya tinggal. Selebihnya 80 persen dari penduduk Afganistan tinggal berada di dalam kekuasaan Taliban atau pun dalam perebutan.’

Sehari setelah wawancara ini berlangsung, laporan-laporan tersebar di media global menyatakan peringatan CIA kepada Presiden Obama, bahwa Taliban yang didukung Pakistan tetap dapat mengambil-alih kendali negeri itu.

Hedges memprediksi bahwa laporan perang Presiden Obama yang disebarkan pada Kamis akan ‘bertentangan tidak saja dengan laporan intelejen [AS] melainkan juga semua yang keluar dari Afganistan.’

Ternyata prediksinya dengan sangat mengejutkan benar-benar tepat…”

Wallahua’lam